Langsung ke konten utama

3. Kesenian Tradisional Banyumasan

3. Kesenian Tradisional Banyumasan

Seni dan Budaya khas Banyumas tumbuh dan berkembang seusia dengan peradaban jawa kuno.

Budaya Banyumasan juga diperkaya dengan masuknya gaya budaya Mataram (Yogya-Solo) dan Sunda (Pasundan/Priangan) dan kini mulai disisipi pernik-pernik Konteporer. Dari budaya Banyumasan ini lahir bentuk-bentuk kesenian tradisional yang juga berkarakter Banyumasan seperti ebeg,engger calung, angguk,wayang kulit gakgrak banyumas, gending banyumas, dan lain-lain. Sedangkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Jawa Barat lebih memiliki gaya budaya begalan. Pasundan seperti kesenian sisingaan, gendang rapak, rengkong, calung dan lain-lain.

Ebeg

Ebeg' adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa : bunga-bungaan, pisang raja dan pisang mas, kelapa muda (dewegan),jajanan pasar,dll. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung,( crebonan), dan lain-lain. Yang unik, disaat pagelaran, saat trans (kerasukan/mendem) para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dhedek (katul), bara api, dll. sehingga menunjukkan kekuatannya Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul dan cepet. Dalam pertunjukannya, ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAH SALAH JURUSAN Hai vroh? apa kabar?, gak kerasa udah 19 tahun aja nih umur ane. hahaha Hari ini ane mau cerita dikit tentang "SALAH JURUSAN PEMBAWA BERKAH" Kok judulnya kayak judul apaan gitu, alay banget -_- Ane pengen berbagi sedikit cerita mengenai 3 semester ini yang rasanya LUAAAAR BIASAA..  Bukan Kuliah Biasa.. haha :D Dulu di SMA ane orangnya agak pendiem, why? because..... haha yaa karena males basa-basi sama orang, taapi kalo udah gile bareng sohib, kagak ketulungan gilanya. haha :D Gak usah terlalu serius ya vroh, kita bawa enjoy aje ceritanye :D Oke dilanjut. Nah karena ane pendiem gara-gara males ngobrol sama orang, akhirnya ane ga terlalu aktif dikelas, aktIf cuman di PASKIBRA aja.. Soalnya temen-temen PASKIBRA itu gile-gile.. hahaaa. Asiiik banget lah pokoknya. Gara-gara PmulASKIBRA ini ane berubah vroh, mulai sering caring sama orang, sesuatu yang ga penting diobrolin, kegiatan maen ke rumah-rumah temen mulai dibiasain tiap ba...
1. Pengertian Seni Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa". Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidaka usah mempersoalkan makna ini, karena kenyataannya kalu kita memperdebatkan makna yang seperti ini akan semakain memperkeruh suasana kesenian, biarlah orang memilih yang mana terserah mereka. Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni/karya seni sudah ada + sejak 60.000 tahun yang lampau. Bukti ini terdapat pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan war...
Tahapan-Tahapan Hidupku Pada saat itu tepatnya umurku menginjak 5 tahun 6 bulan. Sampai sekarang aku masih ingat, saat itu di malam hari aku pergi ke pasar malam bersama ayahku, disana banyak sekali permainan yang menyenangkan. Pasar malam itu lokasinya sangat berdekatan dengan sekolah dasar, sejak aku melihat sekolah daasr itu aku ingin sekali cepat-cepat bersekolah disana, karena aku ingin segera memakai pakaian putih merah dengan tas baru dan sepatu. Sepertinya begitu menyenangkan bisa sekolah. beberapa bulan kemudian aku pun didaftarkan sekolah disan, raanya begitu menyenangkan, sangat menyenangkan. hari pertama sekolah, aku senang sekali karena aku bisa bersekolah diumurku yang belum genap 6 tahun, tapi saat itu aku sedih juga karena aku ekolah tidak diantar oleh orangtuaku, karena aku punya adik yang baru lahir jadi ibuku harus mengurus adiku yang baru lahir ini. Tapi rasa sedihku cepat sekali terlupakan karena aku disekolah baru ini bertemu banyak teman-teman baru yang menyena...