Langsung ke konten utama

Hikmah dibalik Peristiwa Isro Mi’raj

Setiap kejadian yang menimpa siapapun pasti ada hikmahnya

23937Itulah kalimat pembuka dalam salah satu khutbah solat jumat. Saya sangat tergugah dengan kalimat itu. Lalu khotib melanjutkan lagi bahwa kejadian yang menimpa siapapun, baik itu diri kita sendiri, orang tua, teman, ataupun orang lain, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah yang bertebaran di dunia ini. Hikmah yang dapat dipetik bagi siapapun yang mau terbuka dalam melihat kejadian apapun di dunia ini.

Dalam ceramahnya, dia mencoba untuk mengambil hikmah dalam momentum isro mi’raj. Banyak hikmah yang bisa diambil dari peristiwa yang sangat bersejarah ini. Sebuah peristiwa yang menjadikan umat muslim di seluruh dunia mendapat perintah sholat lima waktu.

Saat Nabi Muhammad saw berada di masjidil aqsa setelah melakukan isra dari masjidil haram, Beliau mendapatkan sebuah gambaran dari malaikat. Sebuah gambaran yang menjelaskan keadaan orang yang beriman dan orang yang mengingkari Allah.

Malaikat memerlihatkan sebuah daging yang segar, sehat, dan siap untuk dihidangkan. Lalu Nabi bertanya, “ Wahai malaikat, apa maksud dari daging ini ?”

Ini adalah gambaran seorang suami yang tidak selingkuh terhadap istrinya yang sangat baik, solehah. Dan ini juga merupakan gambaran seorang istri yang tidak meninggalkan suaminya yang soleh. “

Kemudian, malaikat menunjukkan sebuah daging mentah yang sudah busuk. Nabi kembali bertanya, “ Lalu yang ini, apa maksudnya wahai malaikat ?”

Ini adalah gambaran seorang suami atau istri yang selingkuh dan meninggalkan pasangannya yang soleh dan solehah. “

Setelah malaikat memperlihatkan gambar daging tadi, diperlihatkan suatu pemandangan yang sangat mengerikan. Nabi diperlihatkan seorang yang sedang membenturkan kepalanya ke sebuah dinding. Setelah kepalanya hancur, kembali lagi utuh kepalanya, lalu orang itu lagi-lagi membenturkan dengan keras kepalanya ke dinding itu sampai kepalanya hancur kembali. Kejadian itu terus berulang.

Kemudian Malaikat ditanya kembali oleh Nabi, “ Sedangkan yang ini, kenapa orang itu terus membenturkan kepalanya hingga hancur ? ”

Itu adalah gambaran orang yang tidak pernah sholat. “

Apa hikmah dari percakapan antara nabi dan malaikat itu ?, Hikmahnya adalah bahwa dalam pertemuannya dengan malaikat, Nabi Muhammad saw, selalu bertanya kepada malaikat. Nabi bertanya karena Beliau tidak tidak tahu dan tidak paham. Nabi saja suka bertanya, apalagi kita sebagai manusia dimana tempat ketidaktahuan dan kelemahan, maka kita pun seharusnya punya keinginan untuk selalu mencari tahu. Dengan cara apa ? Ya, dengan bertanya salah satunya. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi. Janganlah diri kita ini merasa sudah cukup tahu, tanpa mau untuk belajar lagi. Karena belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak akan pernah berhenti, kapanpun dan dimanapun.

Setelah itu, nabi kembali bepergian. Kali ini nabi melakukan perjalanan ke sidratul muntaha, sebuah tempat di langit dimana kita belum mengetahui keberadannya. Yang terpenting adalah kita meyakini dengan keimanan yang kita miliki. Di tempat inilah Nabi mendapat perintah shalat 5 waktu.

Akan tetapi perintah shalat 5 waktu itu tidak langsung diberikan. Pada awalnya nabi mendapat perintah shalat 50 waktu. Ya, 50 waktu dalam sehari. Lalu nabi turun dari langit dan bertemu dengan nabi Musa. Nabi Musa memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad terkait perintah shalat 5 waktu ini.

Umatmu tidak akan sanggup untuk mengerjakannya, bahkan umatku pun tidak akan sanggup. “ Lalu nabi kembali ke sidratul muntaha untuk memohon keringanan kepada Allah agar dikurangi jumlah waktu shalatnya. Akhirnya Allah menurunkan menjadi 45 waktu sholat. Kembali lagi nabi bertemu dengan Nabi Musa. Lagi-lagi Nabi Musa menasihatinya bahwa jumlah itu masih akan membuat umat nabi Muhammad tidak sanggup mengerjakannya. Setelah mendapat nasihat kembali, Nabi melakukan perjalanan ke langit lagi untuk bertemu dengan Allah, kembali untuk memohon pengurangan jumlah waktu sholat. Kembali lagi Allah mengurangi 5 waktu menjadi 40.

Hal ini terus berlangsung hingga nabi bulak-balik sebanyak 9 kali ! Sehingga pada akhirnya jumlah waktu shalat dalam sehari hanya 5 waktu. Subhanallah.

Saat saya mencoba membayangkannya, saya merasa tidak sanggup. Sembilan kali Nabi bulak-balik untuk bertemu dengan Allah untuk memohon keringanan jumlah waktu shalat. Allahu akbar.. Apa hikmah dibalik peristiwa yang sungguh luar biasa ini. Setidaknya ada tiga hikmah yang bisa kita petik dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, kita harus belajar untuk mendengarkan. Nabi Muhammad berusaha untuk mendengarkan Nabi Musa. Beliau memeperhatikan nasihatnya. Beliau tidak merasa beliau yang paling hebat. Di sini nabi memperlihatkan kepada kita kemampuan nabi dalam berkomunikasi, yaitu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Kita bisa mengambil hikmah tersebut bahwa kita pun masih harus lebih banyak mendengar orang lain, ketimbang berbicara terus yang mungkin membuat orang lain kurang nyaman. Mengapa Allah menciptakan telinga berjumlah dua, sedangkan mulut hanya satu. Salah satu hikmahnya adalah bahwa kita sebaiknya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.

Kedua, jangan pernah menyerah. Apakah nabi menyerah ketika harus bulak-balik ke langit ? Apakah Nabi merasa sudah cukup sampai 30 waktu saja untuk perintah shalat bagi umatnya ?. Tidak, Sama sekai Beliau tidak menyerah. Beliau merasa hal tersebut masih memberatkan, maka beliau terus berusaha dan berusaha dengan bulak-balik sebanyak 9 kali memohon agar Allah menguranginya. Apakah Beliau mengeluh ? tidak.. Apakah beliau menggerutu ? tidak.. Subhanallah. Kita pun seharusnya tidak pernah menyerah. Kita pun seharusnya berupaya untuk tidak pernah mengeluh dan menggerutu dalam menghadapi persoalan hidup ini. Kita harus berusaha terus dalam mengejar cita-cita kita. Jangan menyerah di tengah jalan.

Ya Allah berilah kami kekuatan dalam menjalani hidup ini !

Yang ketiga adalah hormatilah orang tua. Nabi Musa lebih dahulu dari Nabi Muhammad, sehingga nabi sangat menghormatinya. Seharusnya kita pun selalu berupaya menghormati orang yang lebih tua dari kita, baik itu orang tua, guru, ataupun orang lain. Dengan menujukkan rasa hormat kita kepada mereka menunjukkan kedewasaan diri kita.

Yup,itulah beberapa hikmah dari dari persitwa besar Isra Mi’raj. Sudah tentu banyak hikmah yang masih bisa dipetik, jika kita mau lebih terbuka melihatnya.

.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAH SALAH JURUSAN Hai vroh? apa kabar?, gak kerasa udah 19 tahun aja nih umur ane. hahaha Hari ini ane mau cerita dikit tentang "SALAH JURUSAN PEMBAWA BERKAH" Kok judulnya kayak judul apaan gitu, alay banget -_- Ane pengen berbagi sedikit cerita mengenai 3 semester ini yang rasanya LUAAAAR BIASAA..  Bukan Kuliah Biasa.. haha :D Dulu di SMA ane orangnya agak pendiem, why? because..... haha yaa karena males basa-basi sama orang, taapi kalo udah gile bareng sohib, kagak ketulungan gilanya. haha :D Gak usah terlalu serius ya vroh, kita bawa enjoy aje ceritanye :D Oke dilanjut. Nah karena ane pendiem gara-gara males ngobrol sama orang, akhirnya ane ga terlalu aktif dikelas, aktIf cuman di PASKIBRA aja.. Soalnya temen-temen PASKIBRA itu gile-gile.. hahaaa. Asiiik banget lah pokoknya. Gara-gara PmulASKIBRA ini ane berubah vroh, mulai sering caring sama orang, sesuatu yang ga penting diobrolin, kegiatan maen ke rumah-rumah temen mulai dibiasain tiap ba...
1. Pengertian Seni Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa". Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidaka usah mempersoalkan makna ini, karena kenyataannya kalu kita memperdebatkan makna yang seperti ini akan semakain memperkeruh suasana kesenian, biarlah orang memilih yang mana terserah mereka. Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni/karya seni sudah ada + sejak 60.000 tahun yang lampau. Bukti ini terdapat pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan war...
Tahapan-Tahapan Hidupku Pada saat itu tepatnya umurku menginjak 5 tahun 6 bulan. Sampai sekarang aku masih ingat, saat itu di malam hari aku pergi ke pasar malam bersama ayahku, disana banyak sekali permainan yang menyenangkan. Pasar malam itu lokasinya sangat berdekatan dengan sekolah dasar, sejak aku melihat sekolah daasr itu aku ingin sekali cepat-cepat bersekolah disana, karena aku ingin segera memakai pakaian putih merah dengan tas baru dan sepatu. Sepertinya begitu menyenangkan bisa sekolah. beberapa bulan kemudian aku pun didaftarkan sekolah disan, raanya begitu menyenangkan, sangat menyenangkan. hari pertama sekolah, aku senang sekali karena aku bisa bersekolah diumurku yang belum genap 6 tahun, tapi saat itu aku sedih juga karena aku ekolah tidak diantar oleh orangtuaku, karena aku punya adik yang baru lahir jadi ibuku harus mengurus adiku yang baru lahir ini. Tapi rasa sedihku cepat sekali terlupakan karena aku disekolah baru ini bertemu banyak teman-teman baru yang menyena...